Insan Cita STAI Al-Azhary Cianjur
Sabtu, 31 Oktober 2020
DESAIN GRAFIS MENU DAN ICON COREL DRAW. - ppt download
DESAIN GRAFIS MENU DAN ICON COREL DRAW. - ppt download: Kelebihan dan Kekurangan Setiap program desain grafis memiliki keunggulan masing-masing. Ada pekerjaan yang sangat mudah dikerjakan dengan menggunakan photoshop, tetapi sulit dikerjakan dengan Corel Draw dan sebaliknya.
Sabtu, 11 Januari 2020
HmI Komisariat Stai Al-Azhary Cianjur
KOMISARIAT SEBAGAI RAHIM HIMPUNAN
Oleh : Srinji Saheseri
Oleh : Srinji Saheseri
Banyak orang-orang hebat yang terlahir kemudian berproses di Himpunan mahasiswa Islam lalu membawa perubahan nyata bagi kehidupan, bermanfaat untuk umat serta bangsa dan negara. Tak menampik pula akan adanya orang-orang yang kurang mampu mengaplikasikan prosesnya dihimpunan sehingga ia terjerumus pada lembah yang membawa kemadorotan bagi dirinya sendiri atau bahkan orang banyak. Dalam segala bidang kader HmI selalu menjadi tokoh yang menginspirasi halayak, selain itu juga selalu menduduki posisi penting yang memang layak didapatkannya. Dengan demikian betapa beruntungnya orang-orang yang sudah bergabung di HmI. Dan apakah kamu yang sedang membaca tulisan ini juga merupakan bagian dari orang beruntung tersebut? Maka selamat!!! Dan bagi yang belum semoga segera tertarik bergabung.
Orang-orang hebat tersebut bukan tanpa proses tentunya, mereka dibentuk lalu terbentuk hingga kembali mampu membentuk. Jenjang training mulai dari MAPERCA, LK1, LK2, LK3, SC, LKK dan masih banyak lagi pelatihan pengkaderan di HmI. Bukan hanya itu adapun tambahan kajian-kajian keislaman ataupun umum sebagai pelengkapnya. Dengan demikian bagaimana tidak keren para kader ini, namun jangan lihat mereka dari segi penampilan saja sebab kadang ada yang slengean bahkan sampai yang kearab-araban atau mungkin kebarat-baratan baik dari gaya berbicara, berpakaian, dan lain semacamnya. Yang dapat dipastikan pemikirannya tak lepas dari landasan keislaman yaitu Al-quran dan hadist. Jadi, Mengapa kita harus mengenal orang hanya dari segi penglihatan kita saja bukankah di NDP Bab 1 kita diajarkan untuk mengenal Tuhan yang bahkan tidak terlihat sekalipun. Tentang bagaimana kita sebagai mahluk ciptaan yang paling sempurna bisa menemukan kebenaran bukan hanya dari apa yang kita lihat saja.
Tempat pertama benih-benih unggul itu tertanam ialah dikomisariat, sebelum pada akhirnya ada yang besar dicabang, dibadko atau bahkan di PB. Komisariat menjadi rahim dihimpunan, sebab ketika benih itu telah menjadi janin proses dirahim akan menentukan perwujudan kelahiran generasi penerus selanjutnya. Ia dirawat dengan keilmuan seperti apa, diberi asupan bagaimana itu semua tergantung dikomisariat. Sehingga peran komisariat amatlah penting dan harus benar-benar diurus dengan amat hati-hati dan rapih, jangan sampai janin yang ada dirahim terlahir sebagai sosok yang menyengsarakan bukan mensejahterakan. Awal dari segala keberhasilan himpunan berasal dari komisariat sehingga kegagalan himpunan itu akan dengan mudah dilakukan lewat menghancurkan komisariat baik dari segi pemikiran, wawasan, persaudaraan terutama lewat pengkaderan. Sehingga kita harus benar-benar ekstra mengawal pengkaderan terutama dikomisariat, dengan mengolah setiap kemampuan kader sesuai dengan bakat dan minatnya lalu kita terkhusus bagi pengurus berperan sebagai fasilitator untuk mereka terutama untuk para kader baru. Jangan lupa tanamkan komunikasi intens jalin silaturahmi dengan para senior supaya mempermudah jalan kita berproses dihimpunan, juga aplikasikan tagline nya HmI itu tersendiri yaitu "Berteman melebihi saudara" sehingga hubungan antar kaderpun semakin erat.
Jika kekuatan akar telah menghujam kuat sedari komisariat akan dapat dipastikan angin sebesar apapun yang menerpa dari akar hingga pucuk diatas tidak akan pernah mampu menggoyahkannya. Sehingga HmI akan tetap tumbuh subur sebagai wadah pengkaderan yang mana nantinya dapat menjadi pewaris peradaban. Oleh karena itu jangan malu saat mengakui aktif dikomisariat sedangkan yang lain sudah diranah yang jauh lebih luas, karena kualitas tidak diukur dimana seseorang itu berkiprah. Bisa saja yang sudah dicabang belum memahami konstitusi HmI sedangkan yang masih dikomisariat sudah menguasai karena ketekunannya, atau bahkan yang dibadko sampai yang di PB kalah keilmuan nya oleh yang dikomisariat. Itu semua tidak menutup kemungkinan karena dalam kenyataannyapun para pengurus cabang banyak ko yang belum LK2 tapi yang dikomisariat justru banyak yang sudah LK2, dan para screaner LK2 saja banyak yang belum SC atau bahkan baru LK1, itu menjadikan pertanda tingkatan semacam itu tidak terlalu berpengaruh dalam menentukan kehebatan seseorang lewat posisi. Yang terpenting itu bukan siapa kita dihimpunan, jadi apa kita dihimpunan, dimanapun ditempatkan, sebagai apapun kita tetap tanamkan yang terbaik untuk himpunan yang kelak akan kita panen untuk diri kita sendiri dan sekitar. Biarkan hasil yang akan menjawab pertanyaan konyol semacam itu, tugas kita hanya berproses.
Namun bukan berarti jenjang yang ada di HmI itu tidak penting, justru dikomisariat kita akan mendapatkan bekal-bekal untuk kita berkelana ketahap selanjutnya. Suatu hal yang bagus saat kita punya kemauan masuk kepengurusan yang lebih atas, tapi harus dibarengi dengan kemampuan yang cukup. Sehingga jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan yang disediakan komisariat, latih diri sedini mungkin dengan banyak membaca, berdiskusi, dan belajarlah menata kemampuan diri. Tugas komisariat selain daripada itu ialah mengarahkan para kader pada hal-hal yang akan mengembangkan kualitas insan cita yang tercantum dalam isi mission HmI dan tentunya juga akan berdampak pada peningkatan kualitas himpunan itu sendiri. Begitu mulianya orang-orang yang terus berkontribusi dikomisariat, baik dari segi tenaganya, ilmunya, materi, pengalaman dan hal bermanfaat lainnya. Untuk itu tetap jaga kekompakan semangat juang bagi teman-teman komisariat diseluruh pelosok negeri ini, mari alirkan darah hijau hitam kita.
YAKUSA!!!!
(Srinji Saheseri)
Langganan:
Postingan (Atom)